💧 Pedoman Teknis
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
RSIA Mutiara Bunda — Jl. Ciujung No. 19 Malang
RSIA Mutiara Bunda sebagai Rumah Sakit Ibu dan Anak yang telah beroperasi sebelumnya diwajibkan untuk menyesuaikan penyelenggaraan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan peraturan perundangan terkini. Berdasarkan Permenkes No. 40 Tahun 2022, RS yang telah beroperasi wajib menyesuaikan diri paling lambat 3 tahun sejak diundangkan.
Air limbah rumah sakit mengandung berbagai zat berbahaya termasuk bahan kimia, reagen laboratorium, residu farmasi, mikroorganisme patogen, dan limbah infeksius yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat apabila tidak dikelola dengan benar.
- Memahami ketentuan hukum yang berlaku terkait IPAL rumah sakit
- Melakukan perbaikan dan peningkatan IPAL yang sudah ada agar sesuai peraturan terbaru
- Memperoleh perizinan lingkungan yang diperlukan melalui sistem OSS-RBA
- Mengoperasikan IPAL secara benar, aman, dan terukur
- Memenuhi standar baku mutu efluen sebelum dibuang ke lingkungan
- IPAL: Sistem instalasi pengolahan air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan RS sebelum dibuang ke badan air penerima atau lingkungan.
- Air Limbah RS: Semua air buangan termasuk tinja dari kegiatan RS yang kemungkinan mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun, dan radioaktif.
- Baku Mutu Air Limbah: Ukuran batas kadar unsur pencemar yang ditenggang dalam air limbah yang dibuang ke media lingkungan hidup.
- Efluen: Air limbah yang telah melewati proses pengolahan IPAL dan siap dibuang ke badan air penerima.
- Kapasitas dirancang berdasarkan 80% total pemakaian air bersih per hari
- Waktu tinggal hidraulik (HRT) harus memadai untuk mencapai baku mutu efluen
- Harus dilengkapi sistem pengolahan tersier (desinfeksi) untuk membunuh patogen
- Teknologi IPAL harus terdaftar dalam register teknologi ramah lingkungan KLHK
- Lokasi tidak boleh berdekatan dengan sumber air bersih (minimal 10 meter)
- Dilengkapi sarana pengambilan sampel efluen yang memadai
- Pretreatment: Penyaringan kasar, pemisahan padatan, ekualisasi debit
- Pengolahan Primer: Sedimentasi, koagulasi-flokulasi
- Pengolahan Sekunder Biologis: Activated sludge, MBBR, atau biofilter aerob
- Pengolahan Tersier/Desinfeksi: Klorinasi, UV, atau ozonasi
- Pengolahan Lumpur: Pengeringan, TPS B3 (PP 22/2021 Pasal 285(1)), pengangkutan oleh pihak ke-3 berizin
- Air limbah laboratorium: Netralisasi pH sebelum masuk IPAL utama
- Air limbah laundry: Pemisahan dan pretreatment deterjen berlebih
- Air limbah radiologi: Silver recovery dan pengolahan logam berat
- Air limbah farmasi: Pemisahan residu obat sitostatika
| Parameter | Satuan | Baku Mutu Maks. | Metode Uji (SNI) |
|---|---|---|---|
| pH | - | 6 – 9 | SNI 06-6989.11-2004 |
| BOD5 | mg/L | ≤ 30 | SNI 6989.72-2009 |
| COD | mg/L | ≤ 100 | SNI 6989.2-2009 |
| TSS | mg/L | ≤ 30 | SNI 6989.3-2004 |
| Minyak & Lemak | mg/L | ≤ 5 | SNI 06-6989.10-2004 |
| Amoniak (NH₃-N) | mg/L | ≤ 10 | SNI 06-6989.30-2005 |
| Total Coliform | jumlah/100 mL | ≤ 3.000 | SNI 01-2332.1-2006 |
- Biofilter Aerob-Anaerob: Efisien untuk RS kecil, tidak butuh lahan luas
- MBBR (Moving Bed Biofilm Reactor): Efisiensi tinggi, maintenance relatif mudah
- SBR (Sequencing Batch Reactor): Fleksibel untuk beban fluktuatif RS
- MBR (Membrane Bioreactor): Kualitas efluen terbaik, cocok bila lahan terbatas
Seluruh perizinan dilakukan melalui sistem OSS-RBA (oss.go.id) yang terintegrasi dengan AMDALnet KLHK.
| Jenis Dokumen | Kriteria | Proses |
|---|---|---|
| AMDAL | Perubahan/penambahan kapasitas IPAL besar berdampak penting | Konsultan AMDAL, sidang komisi, persetujuan KLHK/Pemda |
| UKL-UPL | Perbaikan/upgrade IPAL dengan perubahan skala sedang | Formulir UKL-UPL, review DLH, persetujuan Bupati/Walikota |
| SPPL | Perbaikan kecil tanpa perubahan kapasitas | Pernyataan mandiri melalui OSS-RBA |
Jika RSIA mengoperasikan insinerator untuk limbah B3, wajib memiliki Persetujuan Teknis Pengolahan Limbah B3 dari Menteri LHK. Persyaratan: administrasi, teknis, dan SDM berkompetensi pengelolaan limbah B3.
- Login OSS-RBA → pilih KBLI RS 86103 → input lokasi dan skala
- Penapisan otomatis: sistem menentukan AMDAL/UKL-UPL/SPPL
- Penyusunan dokumen lingkungan sesuai hasil penapisan
- Pengajuan melalui AMDALnet (amdal.menlhk.go.id)
- Review dan persetujuan oleh DLH Kab/Kota Malang
- Penerbitan Persetujuan Lingkungan dan sinkronisasi ke OSS-RBA
- Pemeriksaan visual seluruh unit IPAL (kebocoran, bau tidak normal, warna air limbah)
- Pencatatan debit influen dan efluen harian
- Pemeriksaan ketersediaan dan dosis bahan kimia (koagulan, desinfektan)
- Pemeriksaan kondisi aerator/blower
- Pemeriksaan pH efluen dengan pH meter portable
- Pembuangan lumpur ke TPS B3 sesuai jadwal (PP 22/2021 Pasal 285(1))
- Pencatatan seluruh kegiatan dalam logbook harian
- Minimum setiap 3 bulan: Uji laboratorium 7 parameter baku mutu
- Laboratorium penguji harus terakreditasi KAN
- Sampel diambil di titik yang ditetapkan dalam dokumen lingkungan
- Hasil dibandingkan dengan Permen LHK P.68/Menlhk-Setjen/2016
- Laporan pemantauan air limbah: Minimum setiap 3 bulan (Permenkes 2/2023 Pasal 30)
- Laporan UKL-UPL/RKL-RPL: Setiap 6 bulan (PP 22/2021 Pasal 60)
- Pelaporan: melalui SIMPEL KLHK (simpel.menlhk.go.id)
- Laporan kejadian pencemaran: Segera, maks. 24 jam setelah diketahui
| Jabatan | Kualifikasi | Jumlah Minimal |
|---|---|---|
| Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan | D3/S1 Kesehatan Lingkungan, STRTKL + SIKTKL | 1 orang |
| Operator IPAL | D3 Teknik/Kesling atau bersertifikat operator IPAL | Minimal 1 per shift |
| Teknisi/Maintenance | STM/D3 Teknik, berpengalaman IPAL | 1 orang (dapat part-time) |
- Operator IPAL wajib pelatihan teknis (KLHK/PPSDM), refreshing min. 1x per 2 tahun
- Penanggung Jawab Kesling wajib update regulasi min. 1x per tahun
- Audit teknis: inventarisasi unit IPAL, usia, kapasitas desain vs aktual
- Uji kinerja: uji laboratorium efluen saat ini untuk mengetahui parameter yang belum memenuhi baku mutu
- Review dokumen: periksa kelengkapan dokumen lingkungan
- Review izin: periksa status izin pembuangan air limbah di DLH Malang
- Review logbook: apakah monitoring sudah berjalan rutin
| # | Aspek yang Diperiksa | Acuan Hukum | Status |
|---|---|---|---|
| 1 | Kapasitas IPAL sesuai volume air limbah RS | Permenkes 40/2022 + Permenkes 7/2019 | ☐ |
| 2 | Sistem pengolahan lengkap (pretreatment s/d desinfeksi) | Permenkes 7/2019 + Permenkes 40/2022 Lamp. | ☐ |
| 3 | Efluen memenuhi baku mutu Permen LHK P.68/2016 | PP 22/2021 + Permen LHK P.68/2016 | ☐ |
| 4 | Dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL/SPPL) tersedia | PP 22/2021 Pasal 59-75 | ☐ |
| 5 | Persetujuan Lingkungan sudah diterbitkan | UU 32/2009 + PP 22/2021 | ☐ |
| 6 | Izin pembuangan air limbah aktif | PP 22/2021 | ☐ |
| 7 | Pemantauan berkala (lab) setiap 3 bulan | Permenkes 2/2023 Pasal 30 + Lamp. | ☐ |
| 8 | Pelaporan ke DLH via SIMPEL berjalan | Permenkes 2/2023 + PP 22/2021 | ☐ |
| 9 | Operator IPAL bersertifikat/terlatih | Permenkes 40/2022 | ☐ |
| 10 | TPS limbah B3 memenuhi syarat | PP 22/2021 Pasal 285 ayat (1) | ☐ |
| 11 | Pengelolaan limbah B3 sesuai PermenLHK P.56/2015 | PermenLHK P.56/2015 | ☐ |
| 12 | Persetujuan Teknis jika ada insinerator | PP 22/2021 Psl 347(2) + PermenLHK 6/2021 | ☐ |
| Tahap | Kegiatan | Target |
|---|---|---|
| 1 — SEGERA | Audit kondisi IPAL, uji laboratorium efluen, inventarisasi dokumen izin | Bulan 1 |
| 2 | Pengurusan/pembaruan dokumen lingkungan via OSS-RBA dan DLH Malang | Bulan 1-3 |
| 3 | Perencanaan teknis perbaikan IPAL berdasarkan hasil audit | Bulan 2-3 |
| 4 | Pelaksanaan perbaikan/upgrade unit IPAL sesuai desain | Bulan 3-6 |
| 5 | Commissioning dan uji efluen pasca perbaikan (lab terakreditasi KAN) | Bulan 7 |
| 6 | Operasional normal, pemantauan rutin 3 bulanan, pelaporan ke DLH | Bulan 8 dst |
- Sanksi administratif (UU 32/2009 Pasal 76(1)(2)): teguran tertulis, penghentian sementara, pembekuan/pencabutan izin lingkungan
- Hambatan akreditasi KARS: pengelolaan limbah adalah elemen penilaian yang dinilai saat survei
- Pencabutan izin operasional oleh Kemenkes/Dinkes
- Sanksi pidana (UU 32/2009 Pasal 98-99): apabila pencemaran terbukti merugikan masyarakat
Semua peraturan berikut telah diverifikasi dari sumber primer. Klik URL untuk akses langsung.
| Waktu | Debit Influen (m³) | Debit Efluen (m³) | pH Efluen | Kondisi Aerator | Klorin (mg/L) | Catatan | Paraf |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 07.00 | |||||||
| 12.00 | |||||||
| 17.00 | |||||||
| Rata-rata |
| Kewajiban | Frekuensi | Dasar Hukum | Penerima |
|---|---|---|---|
| Uji laboratorium efluen (7 parameter) | 3 bulan sekali | Permenkes 2/2023 Pasal 30 | DLH Malang |
| Laporan UKL-UPL/RKL-RPL | 6 bulan sekali | PP 22/2021 Pasal 60 | DLH Malang |
| Logbook harian IPAL | Harian | Permenkes 7/2019 + 40/2022 | Arsip Internal |
| Pengangkutan lumpur B3 | Sesuai akumulasi | PP 22/2021 Pasal 285(1) | Manifest B3 ke DLH |
| Kalibrasi alat ukur | Setahun sekali | SNI terkait | Arsip Internal |
← Kembali ke Dashboard