π₯ Pedoman Teknis
Pelayanan Gizi Rumah Sakit
RSIA Mutiara Bunda — Jl. Ciujung No. 19 Malang
Pelayanan gizi merupakan salah satu dari 12 jenis pelayanan kesehatan yang paling sedikit harus dimiliki oleh setiap rumah sakit berdasarkan Pasal 821 PP No. 28 Tahun 2024. Sebagai RSIA, pelayanan gizi RSIA Mutiara Bunda memiliki tanggung jawab khusus dalam menangani ibu hamil, ibu nifas/menyusui, bayi, dan anak-anak.
- Memberikan arah teknis penyelenggaraan pelayanan gizi sesuai regulasi terkini
- Memastikan pelayanan gizi memenuhi standar akreditasi KARS
- Menjamin keamanan pangan yang diberikan kepada pasien
- Meningkatkan kualitas asuhan gizi klinik (NCP) untuk mempercepat penyembuhan
- Memenuhi ketentuan SDM: dokter SpGK dan Dietisien ber-STR/SIK (PP 28/2024 Pasal 821)
- Kepala Instalasi Gizi (Dietisien/Nutrisionis S1/D4 atau dokter SpGK)
- Tenaga Asuhan Gizi/Dietisien (rawat inap dan rawat jalan)
- Tenaga Pengolah Makanan/Juru Masak
- Tenaga Administrasi Gizi
| Jabatan/Tenaga | Kualifikasi Minimal | Dokumen Wajib | Jumlah |
|---|---|---|---|
| Kepala Instalasi Gizi | D4/S1 Gizi Klinik atau Dokter SpGK | STR + SIK (atau STR + SIP SpGK) | 1 orang |
| Dietisien/Ahli Gizi Klinik | D4 Gizi Klinik atau S1+Profesi Dietisien | STR Dietisien + SIK | Min. 1 per 10 TT |
| Nutrisionis Penyelenggaraan Makanan | D3/S1 Gizi | STR Nutrisionis + SIK | Min. 1 orang |
| Juru Masak/Ahli Boga | SMK Tata Boga atau setara | Sertifikat higiene pangan | Sesuai shift |
| Tenaga Distribusi | SMA + pelatihan higiene | Sertifikat hygiene handler | Sesuai kapasitas |
Catatan: Bila dokter SpGK belum tersedia tetap, dapat menggunakan dokter SpGK sebagai mitra/konsultan dengan perjanjian tertulis (PP 28/2024 Pasal 821).
| Zona/Ruang | Fungsi | Persyaratan Teknis Utama |
|---|---|---|
| Ruang Penerimaan Bahan Makanan | Penerimaan dan pemeriksaan bahan | Dekat akses masuk, tertutup, meja timbang, termometer |
| Ruang Penyimpanan Kering | Penyimpanan bahan non-perishable | Rak bertingkat, suhu 18-22Β°C, bebas hama |
| Ruang Penyimpanan Dingin/Freezer | Penyimpanan bahan perishable | Chiller: 4-8Β°C; Freezer: β€-18Β°C, termometer terpasang |
| Ruang Persiapan Bahan Makanan | Pencucian, pengupasan, pemotongan | Alur bersihβkotor, sink terpisah, meja stainless |
| Dapur Pengolahan/Masak | Pemasakan makanan | Exhaust fan/hood, lantai anti-slip |
| Ruang Distribusi Makanan | Plating dan distribusi ke pasien | Terpisah area kotor, food warmer, label identitas |
| Ruang Pencucian Alat | Pencucian peralatan | Sink 3 kompartemen, area pengeringan |
| Ruang Ganti/Loker Karyawan | Ganti pakaian karyawan | Terpisah dari area makanan, loker terkunci |
| Ruang Konsultasi Gizi | Konseling gizi rawat jalan | Privasi terjaga, media edukasi tersedia |
- Lantai: kedap air, rata, tidak licin, mudah dibersihkan
- Dinding: kedap air min. 2 m, terang, permukaan halus
- Langit-langit: tinggi min. 2,4 m, mudah dibersihkan
- Pencahayaan: minimal 200 lux di area pengolahan makanan
- Ventilasi memadai, bebas bau dan asap berlebih
- Air bersih memenuhi syarat higiene sanitasi
- Drainase: saluran pembuangan air memadai dan tertutup
- Program pest control terjadwal (min. 3 bulan sekali)
- Pemisahan area bersih dan kotor yang konsisten
- Menu disusun oleh Dietisien berdasarkan AKG (Permenkes 28/2019), pedoman gizi seimbang (Permenkes 41/2014), kondisi klinis, anggaran, dan ketersediaan bahan lokal
- Siklus menu minimal 5-7 hari dengan variasi yang cukup
- Menu khusus tersedia untuk: diet penyakit, ibu hamil/nifas, bayi, anak, alergi/intoleransi
- Menu ditetapkan oleh Direktur RS
- Pengadaan: Spesifikasi ditetapkan. Supplier memenuhi syarat higiene. Bahan tidak sesuai dikembalikan.
- Penerimaan: Periksa spesifikasi, kemasan, kadaluwarsa, suhu produk dingin/beku. Catat penolakan.
- Penyimpanan: Prinsip FIFO + FEFO. Suhu dipantau dan dicatat harian. Bahan kering terpisah dari basah.
- Persiapan & Pengolahan: Cuci sayuran di air mengalir. Pisahkan alat mentah-matang. Daging dimasak >75Β°C. Tidak gunakan BTP melebihi dosis BPOM.
- Distribusi: Makanan panas >60Β°C, dingin <5Β°C. Wadah tertutup. Verifikasi identitas pasien sebelum pemberian (KARS SKP).
| Kelas Pasien | Makan Pagi | Makan Siang | Makan Malam |
|---|---|---|---|
| Rawat Inap Umum | 07.00 β 08.00 | 12.00 β 13.00 | 17.00 β 18.00 |
| Bayi (susu formula/MPASI) | Sesuai jadwal minum/makan bayi | ||
| Pasien ICU/Kritis | Sesuai instruksi dokter | ||
| Ibu Post Partum | 07.00 β 08.00 | 12.00 β 13.00 | 17.00 β 18.00 |
Asuhan gizi klinik dilaksanakan sesuai Nutrition Care Process (NCP) berdasarkan Permenkes No. 78 Tahun 2013 (PGRS) dan standar profesi Dietisien/Nutrisionis Indonesia.
- Dewasa: MST (Malnutrition Screening Tool) atau NRS-2002
- Anak: STRONG-kids atau STAMP
- Ibu hamil: formulir khusus obstetri
- Skor MST β₯2 (risiko tinggi) β rujuk ke Dietisien untuk pengkajian komprehensif
- Hasil dicatat dalam rekam medis
- Antropometri: BB, TB, IMT, perubahan BB, LILA (ibu hamil), lingkar kepala (bayi/anak)
- Biokimia: Albumin, Hb, glukosa, profil lipid, dan lain-lain sesuai klinis
- Klinis/Fisik: Tanda malnutrisi, kemampuan makan, gangguan pencernaan
- Riwayat Makan: Food recall 24 jam, kebiasaan makan, alergi/intoleransi
- Riwayat Personal: Sosial-ekonomi, aktivitas fisik, riwayat medis dan obat
Diagnosis gizi diformulasikan dengan format PES (Problem - Etiology - Sign/Symptom) berdasarkan IDNT. Contoh untuk RSIA:
- Intervensi diet: penetapan jenis diet, tekstur, frekuensi, dan kebutuhan zat gizi
- Edukasi/konseling gizi individual atau kelompok
- Koordinasi dengan tim medis/perawat terkait asupan dan toleransi diet
- Terapi gizi enteral/parenteral berdasarkan instruksi dokter
- Monitoring minimal setiap 3 hari untuk pasien risiko tinggi
- Parameter: perubahan BB, asupan aktual vs kebutuhan, toleransi diet, lab
- Dokumentasi dalam rekam medis (format SOAP atau PES)
- Evaluasi pencapaian tujuan asuhan gizi saat pasien akan dipulangkan
- Skrining: BB sebelum hamil, kenaikan BB, LILA (<23,5 cm = KEK), Hb
- Tambahan energi: +180 kkal/hari (TM I), +300 kkal/hari (TM II-III)
- Tambahan protein: +20 gram/hari
- Suplemen Fe 60 mg/hari sesuai program nasional
- Monitoring kenaikan BB sesuai standar WHO berdasarkan IMT pra-hamil
- Diet khusus: hiperemesis gravidarum, diabetes gestasional, preeklampsia
- Tambahan energi: +500 kkal/hari (6 bulan pertama), +400 kkal/hari (selanjutnya) per AKG 2019
- Edukasi gizi untuk mendukung produksi ASI optimal
- Anjuran makan bergizi seimbang dan cukup cairan (min. 8 gelas/hari)
- Konseling laktasi terintegrasi dengan konseling gizi
- Skrining: Z-score BB/U, TB/U, BB/TB, IMT/U menggunakan grafik WHO
- Penilaian risiko anak sakit: STRONG-kids atau STAMP
- Diet bayi: ASI eksklusif 0-6 bulan, MPASI 6-24 bulan (koordinasi dengan dokter anak)
- Tata laksana gizi buruk/kurang mengacu Pedoman Tata Laksana Gizi Buruk Kemenkes
- Edukasi nutrisi anak kepada orang tua/pengasuh
- Minimal 2 hari per minggu oleh Dietisien terlatih
- Materi: gizi hamil, menyusui, MPASI, gizi anak sakit, pengelolaan BB
- Media edukasi: leaflet, poster, food model β diperbarui berkala
- Dokumentasi konseling dalam rekam medis rawat jalan
- Pelayanan gizi tercantum dalam Izin Operasional RS melalui OSS-RBA (KBLI 86103)
- Profil RS dilaporkan ke Kemenkes melalui SIRS
- SIK seluruh tenaga gizi harus aktif dan diperbarui sebelum habis masa berlaku
| Standar | Elemen yang Dinilai | Tindakan yang Diperlukan |
|---|---|---|
| ARK & MPE | Skrining gizi 1x24 jam sejak masuk rawat inap | SOP skrining + formulir terstandar di rekam medis |
| MPE | Asuhan gizi NCP terdokumentasi untuk pasien risiko tinggi | Form NCP di rekam medis untuk semua pasien risiko tinggi |
| MFK | Dapur memenuhi sanitasi (Permenkes 2/2023 Pasal 17-18) | Audit dapur berkala, pest control, suhu terdokumentasi |
| TKRS | Tenaga gizi berkualifikasi STR/SIK aktif (Permenkes 26/2013) | Verifikasi dokumen berkala, update SIK sebelum habis |
| SKP | Verifikasi identitas pasien sebelum pemberian makanan | SOP verifikasi nama + tanggal lahir sebelum distribusi |
- Evaluasi SDM: inventarisasi tenaga gizi, periksa STR/SIK, identifikasi gap
- Evaluasi sarana: inspeksi dapur vs Permenkes 40/2022 Lampiran
- Evaluasi proses: telaah SOP skrining, distribusi, higiene dapur
- Evaluasi dokumentasi: telaah rekam medis β apakah asuhan gizi sesuai NCP
| # | Aspek yang Diperiksa | Acuan Hukum | Status |
|---|---|---|---|
| 1 | Dokter SpGK atau konsultan SpGK tersedia | PP 28/2024 Pasal 821 | β |
| 2 | Dietisien/Ahli Gizi dengan STR+SIK aktif | Permenkes 26/2013 | β |
| 3 | Skrining gizi rawat inap 1x24 jam berjalan | Permenkes 78/2013 + KARS ARK/MPE | β |
| 4 | Asuhan gizi NCP terdokumentasi di rekam medis | Permenkes 78/2013 | β |
| 5 | Dapur memenuhi persyaratan sanitasi | Permenkes 2/2023 Pasal 17-18 + Lamp. | β |
| 6 | Suhu penyimpanan bahan makanan terpantau harian | Permenkes 78/2013 PGRS | β |
| 7 | Siklus menu minimal 5 hari tersusun | Permenkes 78/2013 PGRS Bab IV | β |
| 8 | Diet khusus ibu hamil/nifas, bayi, dan anak | Permenkes 29/2019 + 78/2013 | β |
| 9 | SOP distribusi + verifikasi identitas pasien | KARS SKP | β |
| 10 | Pelatihan higiene pangan tenaga dapur (min. 1x/tahun) | Permenkes 2/2023 Lampiran | β |
| Tahap | Kegiatan | Target |
|---|---|---|
| 1 β SEGERA | Audit kondisi eksisting (SDM, sarana, proses), identifikasi gap | Bulan 1 |
| 2 | Pemenuhan STR/SIK tenaga gizi; jalin MOU dokter SpGK bila belum ada | Bulan 1-2 |
| 3 | Perbaikan fisik dapur yang tidak memenuhi Permenkes 2/2023 + 40/2022 | Bulan 2-4 |
| 4 | Penyusunan/pembaruan SOP: skrining, NCP, distribusi, higiene dapur | Bulan 2-3 |
| 5 | Penyusunan siklus menu dan standar diet khusus (hamil, nifas, bayi, anak) | Bulan 2-3 |
| 6 | Pelatihan SDM: higiene pangan, NCP, verifikasi identitas pasien (SKP) | Bulan 3-4 |
| 7 | Implementasi logbook suhu penyimpanan bahan makanan harian | Bulan 3 |
| 8 | Evaluasi, monitoring rutin, persiapan survei akreditasi KARS | Bulan 5 dst |
| Pertanyaan Skrining MST | Skor |
|---|---|
| 1. Apakah terjadi penurunan BB yang tidak diinginkan dalam 6 bulan terakhir? | |
| a. Tidak ada penurunan BB | 0 |
| b. Tidak pasti / tidak tahu | 2 |
| c. Penurunan BB 1-5 kg | 1 |
| d. Penurunan BB 6-10 kg | 2 |
| e. Penurunan BB 11-15 kg | 3 |
| f. Penurunan BB >15 kg | 4 |
| 2. Apakah asupan makan berkurang karena nafsu makan menurun? | |
| a. Tidak ada penurunan asupan | 0 |
| b. Ada penurunan asupan | 1 |
| TOTAL SKOR | ___ |
| Skor 0-1: Risiko Rendah (monitoring rutin) | Skor β₯2: Risiko Tinggi (rujuk Dietisien) | |
| Jenis Bahan Makanan | Suhu Penyimpanan | Masa Simpan Maks. |
|---|---|---|
| Daging segar | 0 β 4Β°C (chiller) | 1-2 hari |
| Daging beku | β€ -18Β°C (freezer) | 3-4 bulan |
| Ikan/seafood segar | 0 β 4Β°C | 1 hari |
| Ayam segar | 0 β 4Β°C | 1-2 hari |
| Sayuran dan buah segar | 4 β 8Β°C | 3-7 hari |
| Produk susu | 4 β 8Β°C | Sesuai kemasan |
| Bahan kering (beras, tepung, gula) | 18-25Β°C, kering, bebas hama | Sesuai kemasan |
| Makanan matang siap distribusi | >60Β°C (panas) atau <5Β°C (dingin) | Maks. 4 jam suhu kamar |
| Kewajiban | Frekuensi | Dasar Hukum | Penanggung Jawab |
|---|---|---|---|
| Monitoring asuhan gizi pasien risiko tinggi | Setiap 3 hari | Permenkes 78/2013 PGRS | Dietisien |
| Audit logbook suhu penyimpanan | Harian (logbook), bulanan (audit) | Permenkes 78/2013 PGRS | Ka. Instalasi Gizi |
| Pelatihan higiene sanitasi tenaga dapur | Min. 1x per tahun | Permenkes 2/2023 Lamp. | Ka. Instalasi + Diklit |
| Evaluasi menu dan standar porsi | 6 bulan sekali | Permenkes 78/2013 PGRS | Dietisien |
| Pembaruan STR/SIK tenaga gizi | Sesuai masa berlaku (5 th STR) | Permenkes 26/2013 | Masing-masing tenaga |
| Pelaporan data gizi ke SIRS Kemenkes | Tahunan | PP 47/2021 | Manajemen RS |
| Pest control dapur | Min. 3 bulan sekali | Permenkes 2/2023 Lamp. | Sanitarian RS |
β Kembali ke Dashboard